Rangkuman Presentasi Kelompok
Pada tanggal 26 Juni 2017 telah dilakukan presentasi mata kuliah Operations Research (RO). Operational Research (OR) adalah suatu aktivitas (riset operasional) yang berkenaan dengan penggunaan sumber-sumber yang terbatas secara efisien.
Bagian-bagian dalam riset operasi diantaranya ProgramLinear, Model Tranportasi dan Transhipment, Model Asignment, Analisa Jaringan, Teori Antrian, Perencanaan dan pengendalian: PERT-CPM, Game Theory, Inventori Control, dan Dynamic Programming.
Saya berada dikelompok, saya membawakan materi presentasi Model Assignment. Evaluasi yang saya akan lakukan berdasarkan saran dari audience yaitu power point dibuat lebih menarik lagi, menampilkan materi yang lebih baik lagi, pada umumnya dan cara penyampaian materi lebih rapi terutama pada materi yang saya bawakan yaitu Model Assignment.
Rabu, 19 Juli 2017
Minggu, 09 Juli 2017
Senin, 03 Juli 2017
Sabtu, 25 Maret 2017
Riset Operasi
A.
Pengertian Riset Operasi.
Arti riset operasi (operations research) telah banyak didefinisikan oleh
beberapa ahli.
1
. Morse dan Kimball
Mendefinisikan
riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para
manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar
kuantitatif. Definisi ini kurang tegas karena tidak tercermin perbedaan antara
riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain.
2. Churchman,
Arkoff dan Arnoff
Pada
tahun 1950-an mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi
metode-metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi
masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan
ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut.
3. Miller dan M.K.
Starr
Mengartikan
riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan,
matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi
sehari-hari, sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara
optimal.
4. Mc
Closky dan Trefthen
Mengartikan
Riset Operasional sebagai suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan
dari studi operasi-operasi militer selama Perang Dunia II.
5. S.L
Cook
Operations
research dijelaskan sebagai suatu metode, suatu pendekatan, seperangkat teknik,
sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu perluasan dari
disipilin-disiplin utama (matematika, teknik, ekonomi), suatu disiplinbaru,
suatu lapangan kerja, bahkan suatu agama.
B. Tujuan Riset Operasi.
Riset Operasi adalah metode untuk memformulasikan
dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis, ekonomi, sosial
maupun bidang lainnya ke dalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi
yang optimal.
Bagian terpenting dari Riset Operasi adalah
bagaimana menerjemahkan permasalahan sehari-hari ke dalam model matematis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemodelan harus disederhanakan dan apabila ada
data yangkurang, kekurangan tersebut dapat diasumsikan atau diisi dengan
pendekatan yang bersifat rasional.
Dalam Riset Operasi diperlukan ketajaman berpikir
dan logika.Untuk mendapatkan solusi yang optimal dan memudahkan kita
mendapatkanhasil, kita dapat menggunakan komputer. Software yang dapat
digunakan antara lain: LINDO (Linear, Interactive and Discrete Optimizer) dan
POM ForWindows.
Program linear adalah salah satu model matematika
Riset operasi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi, yaitu
memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergantung pada sejumlah
variabel input. Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu
tujuan penyelesaian masalah dan apa penyebab masalah tersebut.
C. Manfaat Penggunaan Riset Operasi.
1.Merupakan alat untuk pengambilan keputusan dari berbagai
sumber daya yang tersedia.
2.Riset oprasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik
(optimum) dari sebuah masalah
keputusan dibawah pembatasan sumber daya terbatas.
3.Memberikan pengembangan dari beberapa sektor, seperti teknik
dan ilmu perhitungan, ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan
statistik
4. Memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan kegiatan
kerja dalam bidang industri, bisnis, dan manajemen.
D. Sejarah Riset Operasi.
Sejarah Riset Operasi berawal selama perang
dunia ke II yang sangat efektif sebagai metode penyelesaian masalah militer
dengan mengoptimalkan kekuatan militer dalam menggunakan peralatan perang
secara efisien.
Setelah bidang militer yang sudah dinyatakan sukses, industri secara bertahap
mengaplikasi penggunaan riset operasi, pada tahun 1951 dunia industri dan
bisnis dalam riset operasinya memberikan dampak besar pada organisasi
manajemen.
Dan perkembangannya kini berada pada aspek pembagian kerja dan segmentasi
tanggungjawab manajemen dalam organisasi, yang bergantung pada perkembangan
teknologi, dan faktor lain seperti keadaan ekonomi, politik, sosial dan
sebagainya secara sistematis.
E. Contoh Penggunaan Riset Operasi.
Aplikasi riset operasional tentunya dibutuhkan
dalam pengambilan keputusan. Dalam permasalahan yang kompleks pengambilan
keputusan tidak lagi ditunjang hanya oleh intuisi pimpinan (management)
melainkan didukung oleh hasil analisis dari kumpulan data yang ada. Pembuatan
keputusan merupakan bagian kunci kegiatan eksekutif, manajer, karyawan, setiap
manusia dalam kehidupannya. Dalam permasalahan dari berbagai bidang yang telah
dianalisis oleh perkembangan riset operasi dewasa ini, banyak sektor-sektor
aplikasi yang mengalami kemajuan yang pesat didukung teknologi dalam sumber
informasi menurut Siang (2009:3) antara lain:
1. Keuangan
Analisis
cash flow, investasi, Aturan pembelian bahan dengan harga bervariasi, penentuan
kuantitas dan waktu pembelian, strategi ekplorasi dan eksploitasi bahan mentah,
kebijakan pergantian barang.
2. Distribusi
Lokasi
dan ukuran gedung, pusat distribusi, mikro distribusi, kebijakan distribusi,
logistik dan sistem distribusi.
3. Perencanaan
Jumlah,
ukuran, lokasi, dll. Beserta dengan interaksi didalamnya.
4. Industri
Perencanaan
industri, stabilisasi produksi karyawan, training, dll.
5. Manajemen
Konstruksi
Kebijakan
maintenance, jumlah karyawan maintenance, pengaturan proyek, alokasi sumber
karya.
6. Marketing
Pemilihan
produk, timing, perlakuan terhadap kompetitor, penentuan jumlah salesman,
strategi periklanan.
7. Personel
Pemilihan
personil, gabungan, antara umur dan keterampilan, kebijakan penerimaan
karyawan, pembagian karyawan.
Aplikasi riset operasi memiliki dampak yang kuat
dalam studi masalah sosial dan pekerjaan umum. Orang lebih sadar tentang
bagaimana riset operasi dapat membantu aktivitas pengambilan keputusan
sehari-hari. Aplikasi dalam kesehatan masyarakat, perencanaan kota, dan sistem
pendidikan kini sudah ditemukan.
Model keputusan merupakan alat yang menggambarkan
permasalahan keputusan sedemikian rupa sehingga memungkinkan identifikasi dan
evaluasi sistematik semua alternatif keputusan yang tersedia. Salah satu teknik
yang digunakan untuk menganalisis alternatif keputusan adalah Riset
Operasional. Riset Operasional merupakan metode pengoptimalan proses pengambilan
keputusan yang dibatasi ketersediaan sumber daya. Penggunaan riset operasional
sangat luas, pendekatannya menggunakan metode ilmiah. Proses pengoptimalan
mulai dengan pengamatan yang mendalam dan formulasi masalah lalu diikuti dengan
pembentukan model ilmiah (khususnya model matematik) yang menggambarkan inti
sistem nyata. Model yang dibentuk harus mencukupi sebagai representasi tepat
sifat-sifat penting situasi, sehingga kesimpulan yang ditarik dari model valid
untuk permasalahan nyata. Kontribusi riset operasional berasal dari :
1. Penstrukturan
situasi dunia nyata ke model matematik, menggambarkan elemen penting sehingga
penyelesaian yang relevan ke tujuan pengambil keputusan diperoleh, termasuk
mencari permasalahan dalam konteks keseluruhan sistem.
2. Mengeksplor
struktur setiap penyelesaian dan mengembangkan prosedur sistematis untuk
mendapatkannya.
3. Mengembangkan
suatu penyelesaian, termasuk teori matematik jika perlu, yang menghasilkan
nilai optimal ukuran sistem yang diinginkan (atau mungkin membandingkan
alternatif tindakan dengan mengevaluasi ukuran yang diinginkan).
Dilihat dari data yang digunakan untuk
memfasilitasi, pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi keputusan pasti,
berisiko dan tidak pasti. Keputusan pasti didukung oleh data-data pasti.
Diantara keputusan pasti dan tidak pasti ada keputusan beresiko. Pengambilan
keputusan berisiko didukung oleh data yang tidak pasti, tetapi ketidakpastian
itu dapat dinyatakan dalam bentuk peluang.
Optimasi adalah proses pencarian solusi yang
terbaik; tidak selalu keuntungan paling tinggi yang bisa dicapai jika tujuan
pengoptimalan adalah memaksimumkan keuntungan; atau tidak selalu biaya paling
kecil yang bisa ditekan jika tujuan pengoptimalan adalah meminimumkan biaya.
Tiga elemen permasalahan optimasi yang harus diidentifikasi, yaitu tujuan,
alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi. Tujuan bisa berbentuk
maksimisasi atau minimisasi. Bentuk maksimisasi digunakan jika tujuan
pengoptimalan berhubungan dengan keuntungan, penerimaan dan sejenisnya.
Sedangkan bentuk minimisasi akan dipilih jika tujuan pengoptimalan berhubungan
dengan biaya, waktu, jarak dan sejenisnya
Sumber:
Selasa, 03 Januari 2017
Papua Nugini Protes TNI Bergeming
Media Indonesia (21 Feb 2013, Hal 01)
Papua Nugini menyatakan gerah dan memprotes aktivitas militer Indonesia di perbatasan yang diklaim membahayakan keamanan nasional mereka. Dalam menanggapi itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan soal perbatasan kedua negara.
Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) Peter O'Neill menyatakan pihaknya telah menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan TNI di wilayahnya, di antaranya adanya pembangunan pos-pos dan dermaga militer serta sebuah mercusuar TNI di Muara Sungai Torassi yang masuk wilayah PNG.
Karena itu, O'Neill telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Rimbink Pato untuk segera melayangkan protes terhadap Indonesia. Terkait dengan itu pula. PNG telah meminta bantuan Australia untuk mengembangkan fasilitas pertahanan mereka di perbatasan. ''Kegagalan di pihak kami ialah tidak mengembangkan daerah perbatasan dalam sebuah pendekatan holistik," ujar Menteri Penahanan PNG Fabian Pok. Menurut siaran Radio Internasional Selandia Baru (RNZI), kemarin, Pok sudah berbicara dengan pejabat Australia dan mendapat indikasi akan mendapat bantuan.
Sebelumnya, demi melindungi kepentingan teritorialnya, pemerintah PNG akan memperkuat armada pertahanan mereka di kawasan yang berbatasan dengan Indonesia. Rencana itu akan meningkatkan jumlah pasukan hingga 10 ribu personel, disertai armada dan perlengkapan pendukung pertahanan.
94 pos penjagaan
Saat menanggapi ulah PNG itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyatakan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Bahkan, TNI juga tidak mempermasalahkan rencana PNG menambah pasukan mereka di perbatasan. "Selama ini kita baik. Soal ada penambahan pasukan PNG atau bantuan asing, itu kewenangan mereka," katanya.
Menurut Iskandar, TNI memiliki 94 pos penjagaan diperbatasan yang terbentang dari wilayah pegunungan Bintang, Bovan Digul, Jayapura, Arso, dan Kabupaten Kerom. "Soal detailnya, kami tidak bisa beberkan. Pokoknya ada beberapa batalion di 94 pos penjagaan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Jansen Simanjuntak menjelaskan ada ratusan patok batas negara RI-PNG yang diakui oleh kedua negara. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada masalah, apalagi soal sengketa batas negara.
Menurut Jansen, semua aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG di bawah pengawasan masing-masing. Dia mengakui terkadang memang ada tindakan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perbatasan RI-PNG. Namun, lanjutnya, sejauh ini semua itu dalam batas wajar. "Di perbatasan, khususnya daerah Kota Jayapura di Skow Wutung, ada pasar perbatasan yang setiap harinya terjadi transaksi jual beli di antara warga kedua negara," tuturnya.
Ketika mengomentari persoalan perbatasan itu, pengamat internasional dari Unpar Bandung, Andreas Hugo Pareira, mengatakan Indonesia harus serius menyikapinya. (Post Courier/The National/SW/MC/ Kid/Iwa/X-5) Dika Dania Kardi, dika@mediaindonesia.com.
Sumber: Koran Media Indonesia (21 Feb 2013, Hal 01)
Tanggapan:
Sengketa anatara perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini memang sangat mungkin terjadi mengingat perbatasan tersebut hanya memiliki tanda batas yang rancu dan pintu perbatasan yang seadanya. Konflik akibat dampak dari sengketa perbatasan tersebut dapat mengakibatkan pecah belah masyarakat disana, belum lagi apabila ada provokator yang ingin memecah belah, mengingat adanya kesenjangan masyarakat Papua dengan masyarakat lain di Indonesia. Maka dari itu pemerintah Indonesia dan Papua Nugini harus saling berkoordinasi agar tidak timbul kesalahpahaman, serta apabila terjadi konflik perbatasan harus di selesaikan secara baik tanpa mengorbankan rakyat sipil di kedua negara. Serta semua kalangan harus segera memantau di titik perbatasan RI dan Papua Nugini guna kontrol bersama agar tidak terjadi penyelesaian masalah, terutama penekanan pada profesionalisme aparat militer dalam penyelesaian kasus sengketa perbatasan.
Hanya di Denmark: Konglomerat Bertekuk Lutut di Depan Petani! Bag 2
Koperasi: Ratusan Tahun Mendominasi Ekonomi
Tabel-1. Beberapa jenis koperasi yang menguasai produk susu, daging, supply pertanian dan yang berhubungan dengan pertanian (Sumber: Danish Agriculture & Food Council, 2014)
Koperasi di Denmark, sebenarnya adalah semangat “gotong royong” seperti di kita. Koperasi muncul karena kebutuhan untuk saling bantu, gotong royong dalam mengelola ladang yang luas.
Pada tahun 1300-an, pandemic yang disebut “black death” menyebabkan kematian ratusan juta jiwa, lebih dari 60% populasi Eropa punah karena pandemic yang disebabkan oleh sejenis bakteri. Setelah dianalisa DNA korban, pada tahun 2010, diketahui penyebab pandemic adalah bakteri jenis “Yersinia pestis”.
Denmark tak terkecuali, kematian penduduk yang lebih separuh menyebabkan ladang ladang kosong. Pemerintah kemudian mengeluarkan aturan bahwa tanah tanah yang kosong, tak boleh dimiliki swasta. Ladang ladang tersebut dibagi bagikan ke petani sesuai dengan jumlah anggota keluarga.
Petani seperti dapat durian runtuh, tiba tiba punya ladang yang sangat luas. Dari sinilah muncul ide “koperasi.” Koperasi kemudian berkembang ke berbagai unit usaha yang mendominasi ekonomi Denmark sampai ratusan tahun.
Diantara koperasi yang omset penjualannya besar tahun 2013 adalah (lihat Tabel di atas):
1. Arla Food (dairy), penjualan pertahun sebesar DKK 73,6 Milyar (Rp 147,2 Triliun)
2. Danish Crown (daging), penjualan pertahun DKK 58,03 (Rp 116 Triliun)
3. DLG (farm supply), penjualan pertahun DKK 59,1 (Rp 118 Triliun)
4. Kopenhagen Fur Center, penjualan pertahun DKK 13,3 (Rp 26,6 Triliun)
Produksi Pertanian 3 Kali Dari Kebutuhan
Banyak negara, termasuk Indonesia belum swasembada pangan (kejadiannya: tak pernah, pernah swasembada, kemudian tidak swasembada lagi), tapi Denmark menghasilkan pangan 3 kali lipat dari kebutuhan penduduknya. Artinya produksi pangan Denmark melimpah ruah. 30% untuk konsumsi sendiri, sisanya (70%) diekspor ke 100 negara di berbagai penjuru dunia. Ada juga disumbangkan sebagai bantuan luar negeri Denmark (DANIDA) ke negara negara Afrika atau negara yang kekurangan pangan.
Grafik. Persantase produk pertanian yang diekspor dibandingkan dengan total produksi (sumber: Danish Agriculture & Food Council, 2012) Dari Grafik di atas, terlihat bahwa 90% keju diekspor, hanya 10% saja dikonsumsi sendiri. Sebaliknya, 28% grain (biji bijian) diekspor, kebanyakannya (72%) dikonsumsi sendiri. Tapi, lebih banyak produk untuk ekspor dari pada dikonsumsi sendiri. Akhirnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari Denmark, mulai dari pemberdayaan petani (sehingga lebih kuat dari konglomerat) sampai ke usaha pengadaan pangan yang melimpah ruah!
Sumber : http://www.kompasiana.com/terlambang/hanya-di-denmark-konglomerat-bertekuk-lutut-di-depan-petani_5694643c02b0bd840503e01f
Hanya di Denmark: Konglomerat Bertekuk Lutut di Depan Petani! Bag 1

Salah satu cabang SuperBrugsen, pasar swalayan terbesar di Denmark, milik koperasi yang anggotanya didominasi petani (Sumber foto: Henrik Bo, 2014)
Di negara kita, sebutkkan satu produk saja, pasti produk yang anda sebutkan itu adalah milik perusahaan raksasa atau konglemerat. Raksasa dalam arti multi usaha, menguasai hulu sampai hilir, dan bahkan multi nasional dengan omset luar biasa besarnya.
Di Denmark, tak ada tempat untuk konglemerat di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan usaha usaha yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Konglemerat hampir hanya kebagian salam “gigit jari.” Bertekuk lutut di depan petani !
90 persen pangsa pasar produk pertanian, peternakan dan perikanan serta kaitannya dikuasai oleh koperasi. Sebagian sisanya dikuasai oleh usaha kecil menengah (UKM).
Koperasi milik petani mengusai semua usaha hulu sampai hilir sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
Seorang peternak susu yang sempat saya temui dengan bangga bercerita bahwa bukan hanya semua produk susunya ditampung oleh koperasi, tapi masalah kesehatan ternakpun diurus oleh koperasi.
Saya sempat ngobrol dengan dokter hewan yang sedang mengobati seekor sapi perah pak Ben yang sakit. Si dokter hewan mengakui bahwa dia ditelpon oleh koperasi untuk datang ke peternakan pak Ben. Dan koperasi menghubungi dokter hewan, tentu saja setelah dihubungi oleh pak Ben.
Pasar swalayan terbesar dan memiliki ribuan cabang di Denmark, SuperBrugsen (termasuk anak anak usahanya) adalah kepunyaan konsumen, anggotanya terutama petani, tempat di mana petani memasarkan hasil usahanya.
Bank terbesar di Denmark, Danske bank melayani keperluan petani di saat ekonomi booming maupun krisis (Petrick, M., and M. Kloss. 2013. "Exposure of EU Farmers to the Financial Crisis"). Sejak dari awal pendiriannya, Danske Bank fokus pada sektor pertanian.
Institusi keuangan Denmark paling peduli dengan nasib petani, ranking 1 di Eropa. Urutan negara yang instutusi keuangannya paling mau melayani sektor pertanian di Eropa adalah sbb:
1. Denmark
2. Perancis
3. Jerman
4. Yunani
5. Irlandia
Sumber:
http://www.kompasiana.com/terlambang/hanya-di-denmark-konglomerat-bertekuk-lutut-di-depan-petani_5694643c02b0bd840503e01f
Langganan:
Postingan (Atom)




